Senin, Februari 29, 2016

Must I say “Thanks” for this February?

Bismillah..
Sejenak saya mengembalikan pikiran ke masa-masa di mana saya harus mensyukuri setiap momen yang terjadi dalam hidup saya sendiri. Beberapa dari hasil “flashback” tersebut adalah memikirkan resolusi di awal tahun (apakah telah tercapai atau belum), memikirkan bertambahnya umur, seberapa banyak pihak yang menyayangi personal diri, atau bahkan tentang pikiran romantis. Tapi ternyata baru awal tahun loh, buat memikirkan revolusi yang telah dicapai? Haha.. Oh ya, actually this month (February) I’ve passed my birthday. How about the stories behind this birthday? Must I say “Thanks” for this February?
Februari…. One of my name’s history, “Fe”. Saya harus bersyukur dengan bulan kebanggaanku ini. Momen bertambahnya umur yang mendapatkan ucapan dan doa dari teman-teman, keluarga, senior hingga dosen (as usual birthday, pastilah dapat ucapan :D). Mendapatkan beberapa kejutan kecil-kecilan yang membuat diri saya dihargai oleh orang lain. Siapa sajakah itu? Yuph, from my Club Study (Human Resources) in SEARCH; pengurus KPM 2015-2016; and actually from my “kampreto” friends (Lita, Wiwik, Qinan, Me). I’m so blessed to have you all, guys.
“Semoga lancer kuliah, cepat selesai, dapat jodoh yang baik biar bisa banggakan Mama”. What a touched Statement from my super Angel who makes me strong everyday, “Mama”. Saat mendapatkan sms ucapan tersebut, mulai muncul di pikiran “Wah saya sudah umur 21, apa yang harus saya lakukan buat Mama?”. Kemudian beliau menelepon, dan inti dari pembicaraan tersebut adalah berharap saya Fera yang Mama kenal, tetap sederhana, tidak ada harapan lain selain anaknya sehat di negeri orang, permintaan maaf karena jarang hubungi, dan pastinya tentang pac*r :D (skip saja). Thanks, Mom for your wishes for your daughter.
“Selamat ulang tahun tikus busuk, semoga ko cepat sukses”. Ya Allah ini ucapan ulang tahun macam mana coba haha. Well, this is from my best friend, my best neighbor which we’ve passed TK, SD, SMP and SMA together (ceritanya terpisah karena kuliah:D). Pernah dengar istilah “Sahabat sejati akan dengan lantang berbicara konyol di hadapanmu”? Yuph, itulah yang dilakukan salah satu kurcaci ini. Thanks Ethong :*
Banyak lagi ucapan ulang tahun yang ditujukan kepada diriku ini. Walaupun tidak dapat ucapak dari Kakak (Chily), cause she said that we must not say birthday to others. Untuk lebih lanjutnya, bisa ditanyakan ke beliau yang sednag menjalani Co-Ass di salah satu rumah sakit negeri di Kendari ini. Kayaknya perkara “birthday” akan banyak banget, tapi saya berhenti saja di sini, hehe.
Selain mengenai ulang tahun, saya juga bersyukur akan ‘banjirnya’ tanggung jawab yang diberikan dari organisasi. Pernah di suatu malam saya bermimpi berada di tengah lautan dalam yang mempunyai tiga jalur (jalan). Kondisinya tidak ada daratan lain yang bisa saya tempuh, karena semua jalan berakhir di lautan juga. Saya menangis di simpang jalan tersebut. Tapi saya melihat beberapa teman yang sedang berenang dengan riang di lautan itu, sementara saya sendiri tidak bisa berenang. Mereka berkata “Kak Fera tetap di situ saja, jangan menangis lagi, berjalanlah di tiga jalur tersebut”. What’s the mean? Ternyata pada bulan ini, saya diamanahkan menjadi seorang Bendahara di acara Table Manner KPM, menjadi Sekretaris di acara Donor Darah KPM, dan diajak menjadi divisi Humas di acara JBC SEARCH. Semua yang mengajak saya adalah para junior yang mungkin tergambarkan dalam mimpi, mereka mendukung saya dengan berbagai tanggung jawab. Mereka yakin saya bisa menjalani semua hal tersebut. Tiga tanggung jawab diterima di bulan Februari. Thanks, February.
Di bulan Februari, banyak senior yang menginspirasi saya untuk bisa lulus dengan ‘indah’. Siapa sajakah mereka? Pertama ada Kak Heri. Who’s him? Dia adalah kakak yang selalu setia mendukung apapun yang saya lakukan, selalu bawel di kala saya sakit, kakak yang selalu IPKnya tinggi, dan kakak yang dekat dengan Mama, hahaha. Bulan ini, Kak Heri berhasil menyelesaikan sarjana (ST) dengan predikat cumlaude. Wahh selamat ya kak.. Kedua adalah Kak Selvia. Who’s her? Dia adalah mantan Ketua KPM tahun 2015, kakak yang selalu menenangkan hai di kala kami ‘hectic’ di kepengurusan, kakak yang setia membantu di kala kami kesusahan dan tak tau arah, kakak yang bisa mengendalikan keegoisan kami, dan pastinya kakak paling eksotik dari Papua. Kali ini Kak Selvia dapat skor TOEFL 500an dan IPKnya cumlaude. Wahh, selamat ya Kak atas gelar S.Ikom yang diterima. Kedua kakak ini memberikan motivsi untuk bisa seperti mereka, dan lagi-lagi terima kasih Februari.
Februari memberikan makna dalam hal finance juga loh hehe. Sebagai seseorang yang senang menabung, saya selalu sensitif melihat orang lain yang royal. Jika saya banyak uang jajan seperti mereka, mungkin ¾nya akan saya gunakan untuk mengisi saldo ATM. Tahun lalu saya berkesempatan untuk melunasi sewa kosan dengan uang sendiri. Kok uang sendiri? Tenang, ini hanya menutupi tunggakan di awal, karena nanti akan diganti oleh Mama dan Bapak. Saya melunasinya tahun lalu dan Alhamdulillah bulan ini Mama dan Bapak mengganti uang saya tersebut. Hubungan financenya mana? Bukannya mau sombong, awalnya saldo ATM saya sekitar bla bla bla juta. Dan dengan tambahan uang dari Mama (*bla bla bla juta), jadi saldo ATM saya berubah menjadi *bla bla bla juta. Alhamdulillah sudah bisa di atas *bla bla bla juta di bulan Februari. Harus rajin menabung ya, Fer. (*jumlah uang tidak untuk dipublikasikan:D) Trima kasih, Februari ^_^

Pada dasarnya kita harus mensyukuri setiap waktu yang diberikan oleh Allah SWT. But this February has an awesome moment for my life. Saya mensyukuri setiap kejutan baik berupa rejeki dan cobaan dari Allah, mungkin melalui orang lain atau bahkan langsung ke diri saya sendiri. So, I must say “Thanks” for this February. Thank you Yaa Allah, You gave me a special month in my new age. Alhamdulillah.

Rabu, September 16, 2015

You Must Know My Best Trips

#Part 2

Kemarin sampai mana ya? Di part 2 ini, saya akan sharing pengalaman prjalanan slama ada di Kendari. Saat itu hari Kamis subuh saya sudah sampai di kosan Kakak. Rasanya mata, kepala, badan gak stabil lagi, hanya pusing yang dirasakan. Selanjutnya ngapain di kosan Kakak? Oke, disimak ya..
Sekitar 05.00 saya sampai n rasanya badan udah gak enak semua. Yaudah langsung deh saya tidur. Saat itu emang lagi gak sholat subuh. Tidur yang gak terpenuhi selama perjalanan di kapal malam, terbayar dengan tidur yang kebablasan hingga jam 8 pagi. Bangunnya masih pusing tapi bisa kembali semangat setelah melihat sarapan yang enak. Mata mulai terbelalak kalau lihat makanan. Kami bertiga pun sarapan roti goreng, roti panggang n beberapa makanan lain. Tapi sarapan aja gak cukup, hmm.. Seingatku masih ada P*p m*e di tas, yaudah saya ambil n makan lagi. Laparnya MasyaAllah, gak terbayang lagi.
Selesai sarapan, Kakak masih menyuruh kami mandi. Seperti biasa, antre dulu. Kakak, Lisna n terakhir saya yang mandi. Setelah itu saya ke mana? Saya gak ke mana2, stay di kosan. Kakak ada urusan buat Coass, Lisna lagi siapin perlengkapan registrasi n langsung ke kampus. Karena gak ngapa2in, saya langsung tidur lagi. Sekitaran sejam tidurnya kok. Tapi kok gak ada HP sih? Ini HP di mana? Mulai panik nih, flashback naruh HP di mana. Tanpa HP, saya gak bisa ngapa2in, gabut banget pokoknya.
Menunggu, finally jam 11an Lisna pulang. Langsung deh saya ceritain masalah HP yang gak kelihatan. Ya Allah ternyata ada di Lisna. Paniknya gak bisa dipungkiri. Ternyata dia pinjam buat foto nama2 teman kelasnya di Prodi Kesmas UHO. Hampirlah kena 'semprot', tapi yaudahlah kasihan juga dia lebih butuh dibanding saya. Lisna pun cerita tentang pengalamannya saat ketemu beberapa calon Maba UHO, lucu sih, yang diceritakan tentang 'kekampretan' teman2nya. Hahaha....
Upss, keasyikan ngobrol, sampai lupa kabarin Ortu di rumah kalau saya sudah sampai (telat sih sebenarnya). Daripada gak sama sekali, terlambat pun gak masalah. Pas ngabarin Mama, ternyata beliau sudah tahu dari Kakak. Again, makasih Kakakku. Mama sempat cerita kalau rumah sangat sepi tanpa kami. Hal yang paling saya gak suka ketika menahan rasa sedih yang dirasakan saat itu. Akhirnya saya hanya mengelus dada n menghela nafas tanpa menangis sedikit pun. Saya memberikan support untuk Mama, supaya beliau gak sedih. Saya langsung mengalihkan kesedihanku dengan cerita2 gembira selama di kosan. Alhamdulillah Mama tidak sedih lagi.
Taraaa.. Kakak pulang membawa makanan untuk makan siang. Kita bertiga pun makan bareng di kosan yang cukup buat bernafas :D. Kalau mengeluh sedikit tentang makanan atau tentang apapun, pasti diomelin Kakak. Yuph, Kakak kayak gitu cause she's always belonging us. Kata2 Islaminya keluar, sambil cerita Kakak mengajak kami untuk berbuat kebaikan sesuai syariat agama. Iya kak, iyaa.. Bimbing kami ya Kak. Beres makan n ngobrol2, Kakak n Lisna pun sholat. After that, we slept  haha..
Sekitar pukul 16.00, Kakak mengajak untuk jalan sekalian jajan di luar. Siap2 dulu dong. Langsung deh keluar lorong n nahan angkot yang menuju ke tempat Es Teler Konda. Maklumlah, harus jadi angkoters ya. Setiba di Konda, pesan ini n pesan itu. Karena Kakak n Lisna ini adalah tipe orang yang 'gak sayang duit', jadi saya arahin mereka untuk 'sayang duit' hehe. Kita pesan Es Teler n beberapa gorengan. Sambil selfie2 (tapi gak boleh diupload lho), makan pun tetap jalan. Puas makan, kami pun kembali ke kosan dengan menumpangi angkot.
Belum puas jalan, saya ajak temanku (Nani) untuk jalan selesai Maghrib, mumpung lagi di Kendari. Nani pun mau, n dia menjemput saya di kosan Kakak. Uhh long time no see Nan, after 2 years ago kita bisa meet up lagi ya say. Saya peluk dia karena kangen banget. Banyak perubahan di dirinya, dia tampak lebih kurus tapi lebih cantik juga. Whatever tentang perubahannya, yang penting kami jalan dulu. Mau ke mana kita? Nani mengajakku ke Lippo. Keliling2 bentar di Lippo sambil cari tempat makan. Singgahlah kita di Es Teller 77 tp kita makan berat ya. Mumpung ada promo merdeka, saya n Nani ambil paket makanan yang murah n unik. Nani pesan Mie, saya pesan Nasgor. Porsinya banyak banget, sampai kami makannya gak habis. Sambil rumpi juga sih, ceritain ttg kuliah sampai masalah asmara. Oiya, hari itu mungkin rezeki saya, Nani mentraktirku. Hmm makasih Nani.
Sekitar pukul 21.00, saya kembali ke kosan Kakak. Cek HP, ternyata si Ekot BBM ajak ketemu. Sudah janjian juga sih, soalnya saya mau ngasih oleh2 yang udah lama banget. Ekot si calon Kapolda Sultra datang ke Kosan tapi gak sampai di kamar soalnya gak boleh cowok masuk kosan Kakak. Sy ketemu dia n langsung ngasih jaket. Ekot ngajakin cerita2, tapi sayanya capek mau istrahat soalnya besoknya kan mau berangkat ke Jakarta. Ekot pun pamit, kebetulan dia datang dengan temannya n saat itu saya juga bareng Lisna. Mkasih ya Ekot. See you....
Back to kamar, n cek barang2. Alhamdulillah semua aman n gak ada yang dilupa. Harus istrahat nih siapin tenaga buat keberangkatan besok. Oiya lupa, besoknya saya diantar oleh siapa ya? Penasaran kan, semoga penasaran ya hehe.. Part berikutnya akan ada cerita tentang 'perjalanan asoy geboy'.. See you in next part (to be continued).. ;) ;)

Selasa, September 15, 2015

You Must Know My Best Trips

#Part 1

Mau bobo tapi teringat rumah, rumahnya jauh banget. Daripada 'gabut', mending share cerita perjalanan dari Raha (Sulawesi Tenggara) hingga sampai ke Bandung. Yang jelasnya sih, semua jenis perjalanan akan dilalui, darat, laut maupun udara. How it be a nice trip, lets check this out....

H-1 sebelum keberangkatan, dapat muka yang tidak menyenangkan dari BigBoss di rumah? Who? Yes, he is my father. Kenapa ya beliau kok murung n terkesan malas berbincang denganku? Jadi gini, Bapak itu sebenarnya kuatir, karena saya memutuskan untuk berlabuh di kapal malam. Sebenarnya aman-aman saja, karena bayarnya bisa lebih murah (alasannya nanti ya). Tapi beliau kaget karena saya memilih berangkat sendiri, without my friends. Paginya saat lagi packing, Bapak nanya ke saya, "Berani naik kapal malam sendiri?".. Hmm rasanya mau menangis, antara kesel karena beliau melarangku atau malah terharu karena beliau menguatirkanku. Okey, sampai sore  pun Bapak masih cenderung diam. Saat maghrib tiba, temanku si Kiky datang ke rumah buat mengantarkanku ke pelabuhan. Skip saja ya tentang Kiky hehe.

Rasa kuatirku semakin bertambah saat melihat Bapak yang seakan-akan belum ikhlas dengan keberangkatanku. Oiya, hari itu hari Rabu, telatnya Rabu malam saya berangkat. Tengnong.. Alhamdulillah Bapak mau mengantarku, soalnya motor Fizz R cakep sudah stay  di depan rumah.. Saat itu saya boncengan dengan Kiky, Bapak n Mama, ditambah Yustin yang boncengan dengan Erni n Adan. Wedeh wedeh hebat adeku, jangan dicontoh yaa..

Setiba di pelabuhan Raha, saya langsung masuk ke dalam bareng Kiky yang masih memboncengku. Saat itu Mama n Adik2ku jg ikut masuk tapi gak pakai motor. Lah, ada yang kurang, siapa? Yuph, again he is my father. Bapak tidak ikut masuk, katanya dia akan stay di depan gerbang untuk menjaga motor2 yang mengantarku. Sedih banget.. Bapak hanya menitipkan uang 50rb, n saya belum sempat salaman, izin pun belum. Ya Allah sedihnya. Pak, maafkan Fera yaa..

Belum berhenti pengorbananku. Saya harus berjuang mendapatkan kesempatan masuk ke kapal malam dengan tanpa menggunakan tiket. Saat itu pukul 21.30, setengah jam lagi kapal berangkat. Saya tidak diperbolehkan masuk karena tidak punya tiket. Mama menyuruhku membeli tiket supaya mudah masuk ke kapal, tapi saya bersikeras untuk membayar di kapal. Karena lelah menunggu, Kiky n adik2ku pun memutuskan untuk pulang. Sedih banget pas Yustin, Erni n Adan salaman sama saya. Kiky juga nangis. Tapi saya harus kuat dong, gak boleh terlihat lemah di depan orang yang saya sayangi. Hmm back to perjuangan masuk kapal. Suddenly, penjaga pintu mengizinkanku masuk, mungkin mereka lelah atau merasa kasihan. Yeaayy masuk kapal ditemani Mama.

Setiba di dalam kapal, banyak tempat tidur yang kosong nih. Mama membantuku menyimpan barang n menyempatkan untuk berbincang2 walaupun 10 menitan. Biasalah, nasihat n petuah pasti selalu diberikan Mama kepadaku yang akan berangkat. 10 menit lagi kapal berangkat, n mulai terdengar bunyi sirine yang menandakan kapal akan berlabuh. Mama cepat2 menciumku, dan saya menyalami tangannya yang masih wangi akan masakan dapur. Maklumlah sebelum packing Mama selalu menyiapkan bekal untuk dibawa. Saya memandangi Mama yang mulai meninggalkanku. Ya Allah sedih banget. Dalam hati, "Ma, Fera pamit ya".

Kapal pun mulai jalan, tak terlihat lagi Mama di seberang sana. Raha telah ku tinggalkan. Saatnya fokus di tempat tidur. Hampir 6 jam perjalanan,  saya susah memejamkan mata. Mungkin saya tidak tidur saat itu, saya juga lupa sih, hehe.. Paling memprihatinkan lagi saat pulsa n paket internet gak ada di HP. Wuhh apalah aku di perjalanan gak ada modal. Jangan sampai terulang deh ya. Sempet lho makan n buka laptop di kapal, soalnya susah tidur jadi kegiatannya hanya itu. Hmm sekitar jam 2 subuh, ABK udah berdatangan buat nagih tiket. Sadar diri saja kalau gak ada tiket, jadi bayarnya setengah harga tiket (1 tiket = 125rb).

Sampailah jam 4 subuh tiba di pelabuhan Kendari. Pusing banget kepalaku rasanya Ya Allah. Kuli2 n para penjual mulai masuk menawarkan jasa n makanan. Saya tidak tertarik, soalnya perut bakalan mules. Finally, dengan membembeng tas ransel n memegang 1 tas, saya pun turun dari kapal tanpa bantuan kuli. Lah, kopernya mana? Haha. Kopernya dibantu sama kakak ganteng yang gak saya tahu namanya. Nah, langsung deh cari angkot. Naik angkot, saya cewek sendiri pula, tapi aman kok Alhamdulillah. Sampai deh di lorong Mangkarei (lorong kosan Kakak). Sesampainya di kosan Kakak, ada Lisna yang membantu mengambil koper trus dimasukkan ke kosan. Saya langsung gantian terus tidur sampai pagi.

Selanjutnya gimana ya? Akan ada cerita lagi di Kendari.. What is that stories? To be continued.. :) ;) 😊😉

Senin, September 14, 2015

The Best Part on This Year; Global Village 2015 Telkom University!!

Why are you so serious today? Keep calm, karena tahun ini mahasiswa/mahasiswi Telkom University akan melaksanakan kegiatan Global Village 2015. Apa sih maksud kegiatan ini? Kapan akan dilaksanakan? Bagaimana rangkaian kegiatannya? Well, read this ya guys.... 
instagram/glovill2015.com
Global Village 2015 merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh program studi Ilmu Komunikasi, khususnya konsentrasi Marketing Communication; kegiatan yang menggabungkan 3 mata kuliah yakni Manajemen Pemasaran, Marketing Public Relations, dan Cyber PR. Tahun ini merupakan tahun kedua setelah tahun lalu mahasiswa/mahasiswi Marcomm angkatan 2012 melaksanakannya dengan tema budaya internasional. Nah, perbedaannya dengan tahun ini apa ya? Tahun ini, tema yang diangkat adalah budaya nusantara, dengan tagline "I tell you that I care my culture". Kegiatan ini memiliki beberapa rangkaian diantaranya Car Free Day dan Car Free Night. Penerapan ketiga mata kuliah yang menjadi dasar kegiatan ini, akan diterapkan pada CFD dan CFN. Selain itu, budaya yang diangkat dalam kegiatan ini, apa aja sih? Karena konsentrasi Marcomm ada 5 kelas, maka masing-masing kelas memperlihatkan kebudayaan yang dipilih. Adapan kelima budaya yang akan ditampilkan yaitu Sumatera Utara, Jakarta, Yogyakarta, Toraja dan Bali. 

"Global Village butuh Budayamu; Budayamu dan Budayaku; Global Village for Indonesia" 
So, bulan Oktober akan ada kegiatan CFD, yang nantinya akan disusul dengan kegiatan CFN, hingga nantinya akan ada acara puncak pada bulan Desember. For more information, please check on instagram/glovill2015.com or twitter/glovill2015.com. Please come and join this ya.... ❤ ❤ ❤ ❤  



Ini adalah cuplikan Global Village 2014. 




Selasa, September 08, 2015

Lagi-Lagi Masalah Jurusan

Lagi-Lagi Masalah Jurusan

Dokter jelas pkerjaannya, tambang jelas, kesehatan, pendidikan jelaslah nnti jdi apa.. Nah, yg selalu n selalu km tnyakan, 'km  itu akan jdi apa? Jurusanmu itu mngarah ke mna? Finalnya jdi apa?' Inti dr pertnyaanmu adalah 'Jurusanmu tdak jelas'.. 'Cba klo ambil sta******a, pst jelas nnti ke mana.. Bnyak yg btuhkan statblablabla..'
Bukan hanya km yg mnanyakan 'ketidakjelasan' jrusanku, ortu n kluarga yg lain jg semua tnyakan. Smpai rasanya mulut ini sdah brbusa buat jelaskan ini itu ini itu, tp gak ada yg mngerti.
Nah, ada dua permasalahan di sini antara prtnyaanmu n kamu pribadi. Apa? Pertama, kamu tdk memberikan 'dukungan' tetapi malah 'melemahkan' posisiku pada saat kondisiku sdah di semester 5. Kedua, kamu selalu membanding2kan masa depan yg baik itu sesuai jurusannya.
Salah? Yuph, i feel that u're wrong as my supported person. Krn actually tidak ada dukungan yang kamu berikan saat ini.
Kembali ke mindset org2 yg selalu menjudge jurusan orang, yang selalu menganggap jurusan terbaik itu yang ini, yang meremehkan perjalanan pendidikan orang lain. Hey! Open ur eyes! Saya sadar ketika saya berada di sini (Bandung). Pertama, sangat jarang org tua yg membebani anak utk memilih jurusan, artinya orang tua menganggap semua jurusan itu 'baik'. Kedua, jangankan teman, keluarga, sahabat, pacar pun mendukung untuk menjalankan pendidikan sesuai jurusannya. Intinya adalah kembali ke personal orang yang memilih jurusan tersebut. Sudah jelas bedanya 'kamu' yang di sana n 'orang2' di sini? Yuph jauh beda.
Pekerjaan itu tdak hanya kesehatan, polisi, atau pekerjaan favorit orang2 'sana', but sangat banyak peluang pekerjaan yang sesuai dgn jurusan yang kita pilih. Kembali lagi ke personal, mau berusahakah, mau seriuskah atau mau berhenti? Its all about what are u doing in ur education.
Kamu akan tahu semua ulasan ini adalah bentuk sindiran tentang pertanyaanmu mngenai ketidakjelasan jurusanku. Apasih Ilmu Komunikasi? Ngapain sih dia? Apa yang perlu dibanggakan? Gak jelas banget sih? HAHA! Its ur perception yaa.. But in me, i have some definitions about my choice. Dont judge my education.. Please give me an opportunity for getting  a good job later.. Tapi kalau kamu terus menanyakan ketidakjelasan yg tidak kamu jalani, please 'go away' from me n get out from my life. Sebelum kamu menyesal berhubungan dengan orang yang tidak jelas masa depannya, kamu boleh meninggalkannya dan mencari orang yang jurusannya baik menurutmu.
Sekian. Terima kasih!

Sabtu, April 12, 2014

#FAMILY "Seluk-Beluk LoveUdi"



#FAMILY

Seluk-Beluk LoveUdi

 

       Ada yang tau kenapa dia dipanggil PACE LOVEUDI ? Sekarang kita bahas mengenai “Pace” dulu yaa…. Wkwkwk. Nah, kebanyakan orang mungkin akan menggunakan kata “Ayah”, “Bapak”, “Papa”, atau yang lebih lebay lagi “Dad” untuk memanggil atau menghormati orang tua laki-laki mereka. Did you know, panggilan “Pace” hanya digunakan di Papua sonoo, jauh yaa? Haha…. Di daerahku juga banyak yang menggunakan kata “Pace” kok, tapi bukan untuk panggilan tiap saat or di rumah mereka, paling hanya untuk saat lagi bercakap sama teman. For example, “Siapa yang telepon tadi haa?” – “Paceku belaa”. Hanya sebatas itu saja untuk panggilan ini, maklumlah yang gaul hanya kata “Pace” ini kalau lagi ngomong sama teman kali yaa hehehe…. Trus bagaimana dengan keluargaku di rumah, apa menggunakan kata “Pace” hanya pada saat bareng teman? Tentu saja No lah. Di rumah, kami biasa menggunakan “Pace”. Yang nyuruh n biasain yaa si Pace sendiri…. 


       Selanjutnya apa ? Yuph, “Loveudi” itu maksudnya apa ? Actually, this is my Pace’s name, hehe…. Coba deh kalian baca, pasti pada bilang “Lafudi”. Bener banget, itu adalah nama Paceku. But, ada spacenya yaa. Jadinya, “La Fudi”. Sebenarnya yang ngarang semuanya ini adalah Paceku sendiri, beliau bilang namanya memang penuh “Cinta” (padahal aslinya kamsee wkwk *ampunPace*). Alasan lain karena beliau ini adalah orang yang “sok” English2 gitu ngomongnya (padahal waktu SMA nilai Englishnya 5 + suka diusir gurunya hoho *piecePace*) jadi namanya dikarang kayak gitu.


 

       Apa kami kapok dan malu dengan panggilan ini? Sebenarnya sih tergantung keadaan, misalnya kalau lagi mengikuti pelajaran yaa kami gunakan panggilan yang sesuai EYD. Tapi kalau di rumah n bareng teman2 pakainya tetep “Pace”. Dan nama ini akan tetap kami gunakan sampai kapan pun. We love u PACE LOVEUDI {} .

Jumat, Maret 14, 2014

Realita di Balik Perjalanan Panjang Karir Raisa Andriana

Raisa

Realita di Balik Perjalanan Panjang Karir Raisa Andriana

Raisa Andriana. Demikian nama lengkap penyanyi muda, penuh prestasi yang dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun terakhir ini mampu memesona publik dalam negeri dengan lantunan-lantunan lagu miliknya. Kiprah Raisa di belantika musik Indonesia memang terbilang masih terbilang baru. Namun, suara merdu dan berciri khasnya sulit disangkal bahwa memang betapa indah didengar.

Kemunculan Raisa berawal dari dirinya yang membawakan lagu berjudul Serba Salah. Sebelumnya, Raisa juga pernah memperkuat band bernama Andante, bentukan Kevin Aprilio, putra komposer ternama Addie MS, sebagai vokalis.

Jika dikilas balik ke belakang, ternyata ada cerita perjalanan panjang Raisa dalam menyusun satu per satu lembaran kisah sukses karirnya sebagai penyanyi profesional. Raisa tidak pernah meraihnya dengan mudah. Raisa penuh perjuangan dalam meraih apa yang sudah dicapainya sampai saat ini, termasuk menjadi wedding singer, alias penyanyi penghibur di acara pernikahan.
 . Dengan balutan cardigan abu-abu dipadu casual jeans berwarna biru, dan tentunya dengan senyum manis tersungging dari bibirnya.

Awal tertarik menyanyi?
Aku dulu ikut ekstra kurikuler paduan suara pas kelas 3 SD. Guru padus (paduan suara) aku ngerasa suara aku bagus dan nggak false, jadi sering dikasih kesempatan untuk nyanyi solo pas padus tampil. Tapi kalau nyanyi benerannya, ya pas aku SMP atau SMA. Di situ sudah mulai nyanyi di pentas seni, reuni, atau acara ulang tahun.

“Perjalanan karir saya nggak instan. Jadi saya nggak pernah merasa kalau momen-momen frustasi itu nggak ada„
Influence kamu dalam bernyanyi?
Ibuku. Dulu ibu juga suka nyanyi. Dia senang sekali liat aku, dan suka ngerekam aku kalau lagi nyanyi.
Terpengaruh Sang Ibu  @foto: KapanLagi.com®/Muhammad Rasyad 
Terpengaruh Sang Ibu
Siapa orang yang menemukan bakatmu?
Sebetulnya nggak ada yang bener-bener nemuin, karena saya berteman dengan banyak musisi. Cuma yang pertama kali ngomong mau produseri aku itu Asta Andoko (RAN), itupun pas RAN belum keluar albumnya. Aku sama Asta memang sudah kenal, satu kampus juga. Dia nanya, 'Lo mau jadi apa? Mau bener-bener nyanyi atau gimana? Yaudah gue produserin aja'. Sebenarnya waktu itu Asta masih muda banget dan belum punya pengalaman, tapi kami punya visi dan misi yang sama. Aku juga nyaman dengan dia.
Sejak itu memang sudah pengin jadi penyanyi?
Ya pengen lah, hahaha. Itu passion aku dari dulu. Cuma memang prosesnya lama. Dari tahun 2009, keluar album 2011. Karena memang aku lagi ngapain, sementara Asta juga lagi sibuk album.
Soal upload video di Youtube?
Upload di Youtube itu sih sebenarnya lagu-lagu yang nggak bisa saya bawain pas manggung, seperti Brian McKnight, Whitney Houston. Lagu-lagu kesukaan saya itu bukan lagu yang lagi hits memang.
Cinta tarik suara sejak lama @foto: KapanLagi.com®/Muhammad RasyadCinta tarik suara sejak lama @foto: KapanLagi.com®/Muhammad Rasyad
Bagaimana hasil videonya, banyak viewersnya?
Itu dia, yang paling saya bingung itu, viewersnya yang paling banyak pas saya nyanyi Serba Salah. Waktu itu memang saya belum punya album dan nggak punya uang banyak untuk produksi lagu. Itu direkam tanpa diedit di rumah Asta.
Sempat jadi wedding singer juga?
Semua saya kerjakan. Saya nyanyi di wedding, di acara-acara lain, dan sebagainya. Kalau sekarang saya lihat ke belakang, saya mensyukuri juga karir saya nggak dimulai terlalu muda. Saya masih bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Mungkin kalau saya mulai dari umur yang sangat muda, itu nggak bisa saya wujudkan.
Yang paling berperan di karir kamu?
Selain tiga produser saya, Asta, Handi, dan Rio, yang pasti manager saya. Ya mereka berempat jalan bareng dari saya bukan siapa-siapa sampai sekarang ini. Saya merasa beruntung dari awal sampai sekarang nggak ganti tim. Karena banyak kan yang suka ganti-ganti manager.
Tak tolak tawaran jadi wedding singer @foto: KapanLagi.com®/Muhammad Rasyad 
Tak tolak tawaran jadi wedding singer
Berapa banyak label yang dikirimin demo?
Kalau pas saya belum punya manager, saya pernah ke dua label. Setelah sama manager saya, semua label sudah dijajal. Sekarang sama Universal Music, tapi itu kan saya titip edar.
Pernah ngeband sama Kevin Aprilio?
Dari SMP kelas 3 sampai SMA kelas 1. Saya juga lupa ketemunya gimana. Kevin hubungi saya, dia main piano dan saya nyanyi. Tapi lama kelamaan mungkin kami beda misi dan visi. Jadi saya mengundurkan diri dan nggak nyesel juga keluar dari band. Karena saya merasa nggak bisa bernyanyi seperti itu, bukan saya banget.
Lebih suka solo atau band?
Saya memang suka band, saya suka semua musik yang live. Saya nggak akan bisa jadi penyanyi solo yang pakai minus one. Mungkin jalan saya memang saya sudah di solo. Menurut saya kalau solo idealismenya lebih terjaga.
Kangen dengan 'kebebasan' sebelum terkenal?
Pasti ada lah perasaan rindu seperti gitu. Misalnya tempat-tempat yang saya sering datangi sendirian, dan sekarang sudah nggak bisa kayak gitu lagi.
Kangen masa lalu @foto: KapanLagi.com®/Muhammad Rasyad 
Kangen masa lalu
Biasanya aku baca buku atau jalan-jalan.
Pernah merasa lelah selama berkarir?
Sebenarnya karena perjalanan karir aku yang nggak instan, jadi saya nggak mengelak kalau aku pernah merasa momen-momen frustasi itu nggak ada. Kalau aku kangen dengan masa-masa dulu yang bebas ya larinya ke keluarga dan teman-teman lama. Mereka tuh fungsinya kayak jangkar. Untuk mengingatkan kita.
Sempat rasakan frustrasi @foto: KapanLagi.com®/Muhammad Rasyad 
Sempat rasakan frustrasi
Ingin coba tantangan baru di dunia hiburan?
Nggak sih, bingung juga pengin ngapain. Saya kan nggak suka yang gitu-gitu. Saya ke dunia hiburan ini cuma pengen nyanyi beneran sih.
Mau main film?
Nggak menutup kemungkinan sih. Tapi kalau sekarang belum. Tapi kalau suatu saat saya nanti main film, saya penginnya orang tuh tetap tahu kalau Raisa penyanyi, jadi nantinya nggak ada pertanyaan, 'Sebenarnya Raisa mau apa sih?'. Tawaran sih ada, tapi nggak dulu. Saya mau fokus dulu buat nyanyi.

Perjalanan Raisa Andriana masih panjang. Ia tak menyangkal bahwa dirinya masih harus berjuang untuk mencapai cita-citanya dalam bermusik kelak. Kecintaannya terhadap seni musik dan suara, tak dipungkiri membuat Raisa sampai saat ini sangat diperhitungkan keberadaannya dalam kancah musik tanah air.
© WAFER | Blogger Template by Enny Law